Sudutpandangnews.com Tangerang, 2 April 2026 – Di tengah ketidakpastian pasokan energi global dan fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), sektor industri mulai mengambil langkah strategis untuk menjaga efisiensi operasional. Salah satunya datang dari industri tekstil yang kini mulai mengadopsi kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik dan distribusi.
PT Primarajuli Sukses (PRS), anak usaha PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), resmi memulai penggunaan armada truk listrik untuk operasional distribusi di wilayah Jakarta dan Bandung. Langkah ini difasilitasi oleh penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial, KALISTA.
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, mengatakan keputusan tersebut merupakan respons atas gejolak pasokan BBM yang mulai berdampak pada sektor logistik nasional.
“Kami menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan langkah strategis melalui adopsi kendaraan listrik sebagai armada operasional. Dari hasil uji coba bersama KALISTA, kami berhasil menekan biaya bahan bakar hingga 40 persen,” ujar Michael Sung dalam seremoni penyerahan armada di Tangerang, Kamis (2/4/2026).
Sebanyak enam unit truk listrik digunakan untuk distribusi produk kepada sejumlah pelanggan besar seperti Uniqlo, Shopee, Gojek, Grab, Torch, dan Eiger. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan satu unit minibus listrik yang difungsikan sebagai shuttle karyawan sekaligus kendaraan logistik pendukung.
Armada yang digunakan terdiri dari empat unit Foton E-Miller berkapasitas baterai 81,14 kWh dengan daya angkut hingga 4 ton, serta dua unit Foton E-Aumark berkapasitas 63,75 kWh dengan daya angkut 2,5 ton.
Hasil uji coba menunjukkan kedua tipe kendaraan mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Untuk rute Tangerang–Bandung, pengisian baterai dilakukan saat waktu istirahat dengan durasi sekitar 40 menit dari 20 persen ke 80 persen, sehingga tidak mengganggu jadwal distribusi.
Selain efisiensi energi, implementasi kendaraan listrik ini juga mencatat pengurangan emisi hingga 30 persen dan efisiensi biaya operasional keseluruhan mencapai 27 persen per bulan.
Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, Yoga Adiwinarto, menilai kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi transformasi logistik industri tekstil menuju sistem distribusi rendah emisi.
“Ini menjadi referensi baru bagi industri tekstil dan sektor logistik lainnya untuk memulai transisi menuju kendaraan listrik melalui ekosistem yang terintegrasi dari perencanaan hingga operasional,” ujarnya.
Langkah PRS dinilai berpotensi menjadi model replikasi bagi industri lain di Indonesia, khususnya di tengah meningkatnya tekanan biaya energi dan tuntutan keberlanjutan menuju target net zero emission 2060.
(N.Pohan)
