Harmoni di Tonjong: 8 Phosat di Vihara Buddha Dharma Diisi Wisata Religi dan Aksi Berbagi
Bogor — Di sudut Kampung Jati, Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, suasana berbeda terasa sejak pagi hari di Vihara Buddha Dharma & 8 Po Sat, yang beralamat di Jalan PWRI Kampung Jati, Jalan Raya Parung RT 02/RW 06, Kabupaten Bogor. Hari itu, peringatan 8 Phosat tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang bertemunya spiritualitas dan kepedulian sosial.
Umat Buddha datang dengan pakaian serba rapi dan wajah penuh ketenangan. Lantunan doa dan pembacaan paritta mengalun pelan, menciptakan atmosfer reflektif yang mendalam. Dalam tradisi Buddhis, 8 Phosat atau Uposatha merupakan hari khusus untuk memperkuat komitmen moral, memperdalam meditasi, serta mengembangkan kebajikan.
Namun di luar ruang utama ibadah, kegiatan memiliki dimensi yang lebih luas. Indo Diamond Wisdom Community hadir dalam kunjungan wisata religi yang tidak hanya bersifat simbolik. Komunitas tersebut memanfaatkan momentum hari suci untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Teratai Kasih yang berada di lingkungan sekitar vihara.
Kegiatan santunan berlangsung sederhana namun penuh makna. Tidak ada kemegahan, yang tampak justru interaksi hangat antara para donatur dan anak-anak panti. Percakapan ringan, tawa kecil, serta ungkapan terima kasih menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat.
Perwakilan Indo Diamond Wisdom Community, Toto, menuturkan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen komunitas dalam mengintegrasikan nilai spiritual dengan tindakan sosial.
“Spiritualitas akan terasa lengkap ketika memberi manfaat bagi orang lain. Di momen 8 Phosat ini, kami ingin menguatkan makna berbagi sebagai bagian dari praktik Dharma,” ujarnya.
Pihak vihara menilai kegiatan seperti ini menjadi cerminan ajaran welas asih yang diajarkan dalam Buddhisme. 8 Phosat bukan sekadar agenda ritual, melainkan sarana untuk mengasah empati dan memperluas kepedulian terhadap sesama.
Hingga kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib dan penuh kedamaian. Anak-anak panti mengikuti rangkaian acara dengan antusias, sementara umat dan komunitas berbincang dalam suasana santai setelah sesi ibadah utama.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa wisata religi dapat memiliki makna yang lebih dalam ketika disertai aksi nyata. Tidak hanya memperkaya batin, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika kehidupan modern, peringatan 8 Phosat di Tonjong menjadi pengingat sederhana bahwa nilai spiritual tidak berhenti pada doa. Ia menemukan relevansinya dalam tindakan kecil yang membawa dampak besar bagi orang lain.
Atma
