Sudutpandangnews.com Jakarta, 18 Juni 2026 – Pemerintah terus memperkuat strategi pengembangan industri halal sebagai salah satu sektor unggulan yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut akan diperkuat melalui penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.
Pameran industri halal berskala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Dyandra Promosindo tersebut diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing industri halal nasional di tengah pertumbuhan ekonomi syariah global.
Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok halal dunia. Selain berstatus sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, kinerja ekspor produk halal nasional juga menunjukkan tren positif. Pada 2024, ekspor produk halal dari sektor fesyen tercatat mencapai USD 8,28 miliar, mencerminkan tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk halal asal Indonesia.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan Halal Indo 2026 dirancang untuk menjadi platform yang mempertemukan pelaku usaha, investor, pembeli internasional, regulator, hingga komunitas industri dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Menurutnya, penguatan konektivitas antar-pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan industri halal nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.
“Halal Indo tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga wadah untuk menciptakan peluang investasi, memperluas jaringan perdagangan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor industri halal,” ujarnya.
Optimisme terhadap penyelenggaraan Halal Indo 2026 didukung capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, pameran tersebut berhasil menarik 27.340 pengunjung dari 31 negara dan diikuti 346 peserta pameran nasional maupun internasional. Dari penyelenggaraan tersebut tercatat nilai transaksi mencapai Rp7,7 miliar serta komitmen investasi sebesar Rp7,2 triliun.
Melihat tingginya minat pelaku industri, penyelenggara memperluas area pameran hingga mencapai 19.110 meter persegi atau menempati tiga hall di ICE BSD City. Tahun ini, Halal Indo menargetkan lebih dari 500 peserta pameran dan 30.000 pengunjung dari berbagai negara.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menilai industri halal global tengah memasuki fase pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data ekonomi syariah global, konsumsi masyarakat muslim dunia pada enam sektor utama ekonomi halal mencapai USD 2,43 triliun pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi USD 3,36 triliun pada 2028.
Menurut Faisol, besarnya nilai pasar tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai produsen sekaligus eksportir produk halal dunia.
“Potensi pasar halal global yang terus tumbuh harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional, memperluas ekspor, dan menarik investasi baru ke sektor industri halal,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem industri halal, Kementerian Perindustrian akan menghadirkan berbagai program dalam Paviliun Kemenperin, termasuk layanan industri halal, business matching Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), workshop, coaching clinic, serta penyelenggaraan Indonesian Halal Industry Awards (IHYA) 2026.
Pemerintah juga mencatat perkembangan positif dari sisi sertifikasi halal. Hingga saat ini, jumlah produk bersertifikat halal di Indonesia telah mencapai sekitar lima juta produk. Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator bertumbuhnya kepercayaan pasar sekaligus memperkuat fondasi industri halal nasional untuk bersaing di pasar internasional.
Dengan besarnya pasar global, meningkatnya minat investor, serta dukungan kebijakan pemerintah, industri halal diproyeksikan menjadi salah satu sektor strategis yang dapat mendorong ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
(N.Pohan)
