Sudutpandangnews.com MALANG — Sebanyak 281 anggota Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) dari 22 jemaat GPIB yang tergabung dalam Musyawarah Pelayanan (Mupel) GPIB di wilayah Jawa Timur menghadiri ibadah bersama di GPIB Pelangi Kasih Lawang, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini mencerminkan kuatnya semangat persekutuan di kalangan lansia gereja, dengan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Yonatan Suitela, S.Si-Teol sebagai pelayan firman dan dihadiri oleh jajaran pimpinan gerejawi, di antaranya Ketua III BP Mupel Jatim Pdt. Jhon Temmar, S.Th serta Ketua KPPP PKLU Mupel Jatim Pieter Theyssen.
Dalam sambutannya, Ketua III BP Mupel Jatim menegaskan bahwa usia lanjut bukan menjadi batas untuk tetap berkarya dan melayani.
“Selama Tuhan masih memberikan napas, artinya produktivitas masih dapat dilakukan. Produktivitas tidak diukur dari fisik, tetapi dari kebijaksanaan. Semakin rambut memutih, semakin tinggi tingkat kebijaksanaan opa dan oma,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPPP PKLU Mupel Jatim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta kehadiran seluruh pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua III BP Mupel Jatim, kepada KMJ GPIB Pelangi Kasih Lawang sebagai tuan rumah, serta kepada seluruh opa dan oma yang telah hadir dalam persekutuan ini,” ungkapnya.
Ketua III Majelis Jemaat GPIB Pelangi Kasih Lawang, Dkn. Bernadette Nathalia, menegaskan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan PKLU memiliki peran penting dalam kehidupan gereja.
“Sebanyak 281 peserta dari 22 jemaat hadir hari ini. Ini menunjukkan bahwa PKLU adalah wadah untuk tetap bersekutu, melayani, dan berbuah bagi Tuhan,” tuturnya.
Rangkaian ibadah berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan puji-pujian, pembacaan firman Tuhan, hingga pengutusan jemaat. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bersama semakin menguatkan suasana kebersamaan dan iman.

Dari pantauan di lokasi, para peserta mengikuti ibadah dengan penuh kesungguhan, kehadiran mereka, yang sebagian menempuh perjalanan cukup jauh, mencerminkan komitmen dalam menjaga kehidupan rohani dan persekutuan di usia lanjut.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kaum lanjut usia tetap memiliki peran strategis dalam kehidupan bergereja—bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi juga sebagai sumber hikmat dan teladan iman.
Sebagai tuan rumah, GPIB Pelangi Kasih Lawang menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta serta permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ibadah PKLU Mupel Jatim diharapkan terus menjadi ruang penguatan iman, mempererat solidaritas antarjemaat, serta menjadi kesaksian bahwa dalam setiap musim kehidupan, umat Tuhan tetap dipanggil untuk hidup setia dan berbuah.
(Inthe.R)
