Sudutpandangnews.com JAKARTA – Pesan kebangkitan iman dan pengharapan bagi bangsa Indonesia menjadi sorotan dalam Konser Doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia bertema “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik”, yang digelar di kawasan Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kegiatan yang dimulai pukul 05.00 WIB tersebut, Iin Tjipto Purnomo, yang dikenal sebagai Bunda Iin atau Ci Iin, menyampaikan khotbah yang mengajak umat untuk tetap teguh dalam iman dan tidak menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pesan firman Tuhan dalam Keluaran 14:13–16, yang turut dijelaskan oleh putranya, Joshua Christian, mengangkat kisah Musa yang menguatkan bangsa Israel agar tidak takut menghadapi kesulitan. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa pengharapan kepada Tuhan perlu disertai keberanian untuk melangkah.

Pesan ini sejalan dengan Yesaya 60:1, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” Ayat tersebut menegaskan panggilan umat untuk bangkit dan menghadirkan terang melalui iman, kasih, kebenaran, serta perbuatan nyata bagi sesama.
Lydia Paeli: Doa bagi Seluruh Bangsa Indonesia
Dalam rangkaian doa, Lydia Paeli mengarahkan perhatian kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar di 38 provinsi. Pernyataannya, “Kami mewakili bangsa ini,” mencerminkan ajakan untuk membawa pergumulan bangsa dalam doa bersama.
Doa tersebut juga ditujukan bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan secara daring, dengan harapan Indonesia mengalami persatuan, kedamaian, dan pemulihan.
Pujian dan Penyembahan Menguatkan Suasana Doa
Rangkaian acara turut diisi pujian dan penyembahan yang dipimpin Leo David Paisa dan Obaja Reinhart, sementara Ibu Eunike mengambil bagian dalam pelayanan tari.
Melalui berbagai bentuk pelayanan tersebut, peserta diajak menyatukan hati dalam doa dan menyampaikan pengharapan bagi masa depan Indonesia.
Doa Disertai Tindakan Nyata
Konser doa ini membawa pesan bahwa harapan bagi Indonesia yang lebih baik tidak berhenti pada doa dan pujian. Nilai iman perlu diwujudkan melalui kejujuran, keadilan, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pelayanan firman Tuhan, Bunda Iin dan para pelayan lainnya menjadi bagian dari rangkaian ajakan untuk memperkuat iman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa.
Semangat Yesaya 60:1 menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi terang di lingkungannya masing-masing.
Bangkit dalam iman, bersatu dalam doa, dan menjadi terang bagi Indonesia yang lebih baik.
(Red)
