Sudutpandangnews.com JAKARTA, 31 Oktober 2026 – Sejumlah pengurus lama Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) DKI Jakarta kembali berkumpul dalam suasana penuh kehangatan melalui kegiatan Temu Kangen Pengurus Lama PGPI DKI Jakarta yang berlangsung di Restoran ANGKE, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang bernostalgia, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali merajut tali persaudaraan, mengenang perjalanan pelayanan yang telah dilalui bersama, sekaligus memperkuat semangat untuk terus mengambil bagian dalam pelayanan dan pembangunan kebersamaan di lingkungan gereja.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Ibadah Syukur. Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Eddy Pongoh, sementara penyampaian Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman.
Dalam renungannya, Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman mengajak seluruh peserta untuk terus memelihara kesatuan sebagai tubuh Kristus. Perjalanan pelayanan, menurutnya, bukan hanya berbicara mengenai jabatan dan periode kepengurusan, tetapi tentang bagaimana setiap orang tetap setia memberikan kontribusi bagi pekerjaan Tuhan.
Suasana semakin akrab ketika acara memasuki sesi ramah tamah dan sambutan. Ketua Panitia, Pdt. Paulus Pujianto, menyampaikan ucapan syukur sekaligus apresiasi atas antusiasme para pengurus lama yang hadir.
Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki nilai penting karena menjadi ruang bagi para pelayan yang pernah berjalan bersama dalam satu kepengurusan untuk kembali membangun komunikasi dan persaudaraan.
Pesan yang tidak kalah penting disampaikan oleh Ketua PGPI DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum PGPI, Pdt. Dr. Jason Balompapueng.
Dalam sambutannya, Pdt. Jason menegaskan bahwa pengalaman dan kontribusi para pengurus terdahulu merupakan bagian penting dari perjalanan organisasi. Karena itu, hubungan antara pengurus lama dan kepengurusan yang sedang berjalan perlu terus dijaga dalam semangat saling mendukung dan membangun.
“Temu kangen ini bukan hanya untuk mengingat masa lalu, tetapi bagaimana kita bersama-sama melihat ke depan. Apa yang sudah dilakukan oleh para pendahulu menjadi bagian dari fondasi pelayanan yang harus terus kita lanjutkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Suasana penuh keakraban kemudian semakin terasa melalui berbagai permainan interaktif. Tawa dan canda mewarnai kegiatan, menciptakan suasana kekeluargaan di antara para peserta yang sebagian telah lama tidak bertemu.
Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perbedaan periode kepengurusan tidak menjadi penghalang untuk tetap membangun hubungan persaudaraan. Justru pengalaman yang pernah dibagikan bersama menjadi kekuatan untuk terus menjaga kebersamaan.
Rangkaian acara ditutup dengan Doa Berkat yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Jason Balompapueng. Dalam suasana penuh syukur, seluruh peserta kembali diingatkan untuk membawa semangat persaudaraan tersebut ke dalam kehidupan dan pelayanan masing-masing.
Temu Kangen Pengurus Lama PGPI DKI Jakarta diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertemuan sesaat. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan sejarah pelayanan, mempererat hubungan antarpelayan, serta membuka ruang kolaborasi yang semakin kuat bagi kemajuan PGPI dan pelayanan gereja-gereja Pentakosta di masa mendatang.
Dengan semangat persaudaraan, kesatuan dan pelayanan, para pengurus lama PGPI DKI Jakarta menunjukkan bahwa sebuah masa kepengurusan boleh berakhir, namun hubungan dalam tubuh Kristus dan semangat untuk melayani tidak pernah berhenti.
(Red)
