Sudutpandangnews.com Jakarta – Ibadah Paskah di GPIB Pasar Minggu berlangsung aman, lancar, dan penuh kekhidmatan. Jemaat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib sebagai bagian dari perayaan kebangkitan Yesus Kristus yang sarat makna iman dan pengharapan.
Dalam khotbahnya, Ketua Majelis Jemaat GPIB Pasar Minggu, Pendeta Viktor Hutauruk, menyinggung masalah penutupan tempat ibadah setelah pelaksanaan Jumaat Agung di Tangerang pada saat pelaksanaan rangkaian hari Raya Paskah. Pdt Viktor menekankan bahwa peristiwa Paskah bukan sekadar peringatan historis, melainkan fondasi iman yang hidup bagi setiap orang percaya.
Kebangkitan Kristus, menurutnya, menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk situasi sosial yang kerap diwarnai ketidakpastian dan tekanan.
Pendeta Viktor mengajak jemaat untuk tetap setia dalam iman, hidup dalam kasih, serta menjadi pembawa damai di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa nilai pengorbanan dan kemenangan Kristus harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, saling menghormati, dan memperjuangkan keadilan.
“Kebangkitan Kristus adalah kemenangan atas ketakutan dan keputusasaan. Ini menjadi panggilan bagi kita untuk tetap teguh, menjadi terang, dan menghadirkan damai di tengah dunia yang terus berubah,” ungkapnya dalam khotbah.
Sementara itu, sebagai pemerhati moderasi beragama sekaligus pengurus Germasa GPIB Pasar Minggu, bapak Penatua Dandy Capryanto. H, menyampaikan keprihatinannya terkait persoalan klasik di negeri ini dengan adanya pemberhentian atau pembatasan pelaksanaan ibadah dalam rangkaian Trihari Suci atau Triduum Paskah di sejumlah tempat.
Menurutnya, ibadah dalam momentum tersebut merupakan kebutuhan mendasar umat beragama yang seharusnya mendapat perlindungan penuh dari negara, terlebih dilaksanakan dalam hari raya keagamaan.
“Kami prihatin dengan pemberhentian pelaksanaan ibadah dalam rangkaian Trihari Suci. Ini adalah kebutuhan spiritual mendasar umat yang harus dilindungi oleh negara,” ujar Dandy.
Ia juga mendorong pemerintah untuk lebih proaktif dalam mengantisipasi potensi gangguan terhadap pelaksanaan ibadah, termasuk dengan melakukan pendataan pelaksanaan Paskah di wilayahnya masing masing khususnya bagi umat kristiani.
“Pemerintah perlu hadir dengan solusi konkret, seperti menyiapkan lokasi yang resmi dan atau ijin kegiatan sementara di tempat sediakala, sehingga umat tetap dapat beribadah dengan tenang. Hal seperti ini jangan terus berulang di negara kita,” tambahnya.
Perayaan Paskah di GPIB Pasar Minggu tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga pengingat pentingnya menjamin kebebasan beragama serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan kesetaraan di tengah kehidupan berbangsa.
(DCH)
