ORIENTASI HIDUP
“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Amsal 10:22
Hukum fisika berkata: Gaya berbanding lurus dengan tekanan.
Hidup ini sebenarnya sederhana. Yang mahal sering kali hanya gaya hidupnya.
Semakin banyak gaya, semakin besar tekanan.
Mengapa semakin tinggi income seseorang, kebahagiaan justru tidak ikut naik secara signifikan?
Dalam ilmu financial psychology dikenal istilah Hedonic Treadmill.
Seperti berjalan di atas treadmill—bergerak terus, tetapi tidak pernah maju.
Saat gaji 5 juta, habis.
Saat gaji 30 juta, habis juga.
Mengapa? Karena ekspektasi dan gaya hidup ikut naik.
Income naik → gaya naik → ekspektasi naik → kepuasan tetap sama.
Inilah jebakan:
Nafsu materi tidak pernah berkata “cukup”.
Saat income 10 juta ingin Avanza.
Saat income 50 juta ingin Alphard.
Standar terus berubah. Kepuasan tetap stagnan.
Lalu Apa Solusinya?
Ubah orientasi hidup.
✔ Terapkan gaya hidup bersahaja
✔ Tidak silau kemewahan
✔ Perbanyak berbagi
✔ Perbanyak memberi
Aneh tapi nyata:
Semakin banyak memberi, semakin terasa bahagia.
Bukan banyaknya materi yang memuaskan jiwa,
tetapi hati yang bersyukur.
WHEN ENOUGH IS ENOUGH?
Mari hidup sederhana dan bersyukur kepada Tuhan.
Di sanalah kebahagiaan sejati ditemukan.
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
Kolose 3:17
Selamat beraktivitas di Senin pertama bulan ini, dalam perkenan-Nya.
STAY in GOD
Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel
