Sudutpandangnews.com Beijing, 5 Mei 2026 — Geely Auto menampilkan berbagai inovasi teknologi terbarunya dalam ajang Auto China 2026 di Beijing, termasuk memperkenalkan EVA Cab, prototipe robotaxi purpose-built yang diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan dukungan LiDAR digital 2.160-line.
Kendaraan otonom ini dikembangkan bersama AFARI Technology dan CaoCao Mobility, serta dirancang untuk operasional tanpa pengemudi di jalan umum. EVA Cab menjadi bagian dari strategi Geely dalam mendorong komersialisasi kendaraan otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan mulai beroperasi secara luas pada 2027.
EVA Cab dibangun di atas kerangka Full-Domain AI 2.0 yang mencakup integrasi desain, perangkat keras, perangkat lunak, hingga ekosistem. Dari sisi desain, kendaraan ini mengusung konsep mobilitas berbasis teknologi dengan kabin lapang berkonfigurasi berhadapan, pintu geser elektrik, serta elemen interior yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Pada aspek teknologi, EVA Cab mengandalkan arsitektur listrik dan elektronik generasi terbaru (EEA 4.0) yang dilengkapi sistem keamanan berbasis enkripsi tingkat tinggi.
Sistem ini mendukung berbagai fungsi seperti pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA), kontrol jarak jauh, hingga perlindungan data pengguna.
Kemampuan komputasi kendaraan ditopang oleh kombinasi chip dari NVIDIA dan Qualcomm dengan total performa lebih dari 3.000 TOPS, memungkinkan pemrosesan data skala besar untuk mendukung sistem autonomous driving Level 4. Sementara itu, sistem sensor LiDAR digital 2.160-line mampu menghasilkan hingga 25,92 juta titik data per detik dengan jangkauan deteksi mencapai 600 meter.
Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem AFARI G-ASD L4, yang memungkinkan kendaraan beroperasi secara otonom di lingkungan jalan umum. Uji coba EVA Cab saat ini telah dilakukan di sejumlah kota di Tiongkok, termasuk Hangzhou dan Suzhou.
Geely menargetkan peluncuran layanan robotaxi komersial melalui CaoCao Mobility pada 2027, seiring dengan pengembangan ekosistem mobilitas terintegrasi berbasis konsep space-ground yang diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu, kemacetan, dan risiko kecelakaan.
Selain robotaxi, Geely juga memamerkan sejumlah teknologi lain, seperti robot humanoid berbasis AI, arsitektur listrik 900V, pengisian ultra-cepat 12C, baterai solid-state, serta pengembangan smart cockpit dan sistem bantuan berkendara canggih.
Dalam pengembangan AI, Geely telah membangun ekosistem Full-Domain AI sejak 2021 melalui model Xingrui, disusul pembangunan pusat komputasi berkapasitas 23,5 EFLOPS pada 2022. Perusahaan juga memperkenalkan World Action Model (WAM) pada 2026 sebagai sistem yang mengintegrasikan berbagai fungsi cerdas kendaraan dalam satu arsitektur.
Langkah ini menandai transformasi Geely menuju perusahaan teknologi mobilitas berbasis AI, dengan fokus pada pengembangan sistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
(N.Pohan)
