Sudutpandangnews.com Serang – Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) didorong untuk memperkuat peran konkret dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Dialog Kerukunan yang berlangsung di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Sabtu (18/4/2026).
Pembicara utama, H. Damanhuri, menegaskan FPLA memiliki mandat strategis dalam menciptakan perdamaian dan mencegah potensi konflik di tengah keberagaman.
Menurutnya, organisasi ini juga berperan dalam membantu penyelesaian perselisihan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta mendukung kebebasan beribadah sesuai peraturan perundang-undangan.
Ia menilai, peningkatan aktivitas langsung di lapangan menjadi kunci agar keberadaan FPLA dapat dirasakan secara luas. Salah satunya melalui kunjungan ke berbagai rumah ibadah lintas agama serta menjalin komunikasi aktif dengan lembaga pemerintah.
“Kehadiran FPLA harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Damanhuri.
Ketua FPLA, Rosadi Pribadi, menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, khususnya terkait arus informasi yang kian masif seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial. Ia menekankan pentingnya memperkuat relasi pertemanan sebagai upaya menangkal disinformasi.
Menurutnya, keterbatasan waktu akibat kesibukan serta dominasi interaksi digital menjadi hambatan dalam membangun komunikasi langsung antarindividu. Karena itu, FPLA dinilai perlu mendorong ruang-ruang pertemuan yang lebih intensif.
Selain itu, Rosadi juga menekankan pentingnya regenerasi organisasi guna menjaga keberlanjutan peran FPLA di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Panitia Alex Leonardo menyampaikan kegiatan dialog ini menjadi wadah temu sekaligus ruang ekspresi bagi aktivis pemuda lintas agama. Ia menyebut, ke depan kegiatan serupa akan dikembangkan dengan konsep yang lebih kreatif untuk menjangkau partisipasi generasi muda secara lebih luas.
Dialog yang dipandu Abdul Jalla Suhaemi tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Semangat Kerukunan dan Harmoni Keberagaman dalam Bingkai NKRI”. Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan dan harapan dari peserta, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai toleransi dan persatuan.
(N.Pohan)
