Sudutpandangnews.com Jakarta, Mei 2026 — PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menjajaki kerja sama strategis dengan Yayasan Al Azhar Syifa Budi untuk mengembangkan institusi pendidikan berbasis internasional yang terintegrasi dengan proyek-proyek properti perseroan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai kawasan di tengah tantangan industri properti akibat tingginya suku bunga, perubahan tren pasar, hingga melemahnya daya beli masyarakat.
DADA menilai integrasi fasilitas pendidikan modern dalam kawasan apartemen maupun mixed-use development mampu menciptakan ekosistem properti yang lebih produktif dan berkelanjutan. Kehadiran institusi pendidikan unggulan juga dinilai dapat meningkatkan aktivitas kawasan, memperkuat captive market, sekaligus mendongkrak nilai investasi properti.
Penjajakan awal kerja sama dilakukan di kantor Yayasan Al Azhar Syifa Budi di kawasan TB Simatupang, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan fasilitas pendidikan modern yang terintegrasi dengan kawasan hunian dan komersial milik perseroan.
Dalam pertemuan itu hadir Direktur Utama PT Diamond Citra Propertindo Tbk Adam Bilfaqih, Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk Bayu Setiawan, Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi Dr. H. Hamid Chalid, S.H., LL.M, serta Direktur Business Development Yayasan Al Azhar Syifa Budi Hary Permana dan Kresna.
Dalam skema kerja sama tersebut, DADA akan berperan sebagai penyedia infrastruktur dan pengembang fasilitas pendidikan modern. Sementara Yayasan Al Azhar Syifa Budi akan menyiapkan kurikulum, sistem pembelajaran, hingga pengembangan akademik berbasis standar internasional.
Fasilitas pendidikan itu direncanakan hadir secara bertahap di sejumlah proyek perseroan, termasuk DAVE, Apple 3 Condovilla, dan kawasan potensial lainnya yang tengah maupun akan dikembangkan perusahaan.
Direktur Utama PT Diamond Citra Propertindo Tbk Adam Bilfaqih mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan diferensiasi proyek sekaligus meningkatkan nilai kawasan.
“Kami ingin menghadirkan ekosistem yang lengkap dalam setiap pengembangan kawasan. Integrasi fasilitas pendidikan berbasis internasional di proyek-proyek DCP akan menjadi nilai tambah signifikan, tidak hanya bagi penghuni tetapi juga investor dan komunitas sekitar,” ujar Adam.
Menurut dia, kebutuhan terhadap institusi pendidikan berstandar internasional terus meningkat, terutama di kawasan hunian terpadu yang berkembang pesat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi Dr. H. Hamid Chalid menyatakan pihaknya melihat peluang besar dalam kolaborasi tersebut.
“Dengan dukungan infrastruktur dari DCP, kami optimistis dapat menghadirkan institusi pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” katanya.
Ke depan, penjajakan kerja sama akan dilanjutkan melalui pembahasan teknis, studi kelayakan, serta perencanaan pengembangan secara lebih komprehensif guna memastikan implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan.
Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk Bayu Setiawan menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
“Proses penjajakan dengan investor potensial masih terus berjalan dan hingga kini belum menghasilkan kesepakatan yang bersifat mengikat. Kami berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan penting secara terbuka melalui kanal resmi keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Bayu.
Ia menambahkan, perseroan menjalankan proses tersebut dengan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, serta memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui strategi pengembangan kawasan terpadu tersebut, DADA berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi investor dan stakeholder perusahaan.
“Kami berharap hasil dari proses ini nantinya dapat memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi proyek-proyek properti DADA di masa mendatang,” pungkas Bayu.
(N.Pohan)
