Sudutpandangnews.com Jakarta, 24 Mei 2026 – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan pewarta foto Thoudy Badai yang sebelumnya sempat ditahan saat menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
PFI Pusat menilai solidaritas yang ditunjukkan berbagai elemen, mulai dari insan pers, organisasi profesi, masyarakat sipil, hingga dukungan publik di berbagai daerah menjadi kekuatan besar dalam mengawal proses pembebasan Thoudy hingga kembali dengan selamat.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan aksi solidaritas tersebut menunjukkan kuatnya persaudaraan di kalangan pewarta foto Indonesia.
“Sikap satu rasa dan satu jiwa yang ditunjukkan anggota PFI di seluruh Indonesia membuktikan bahwa tidak ada anggota yang dibiarkan berjuang sendirian. Solidaritas ini menjadi energi besar dalam memperjuangkan keselamatan rekan kami,” ujar Dwi Pambudo dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2026).
Menurut Dwi, profesi pewarta foto bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari ikatan solidaritas yang saling menjaga satu sama lain, terutama dalam situasi penugasan berisiko tinggi.
PFI Pusat juga kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah konflik maupun area rawan. Keselamatan jurnalis, khususnya pewarta foto, merupakan hak fundamental yang dilindungi hukum internasional.
“Pewarta foto bukan kombatan dalam konflik. Karena itu, keselamatan mereka saat menjalankan tugas jurnalistik wajib dihormati dan dilindungi,” katanya.
PFI Pusat mengimbau seluruh pewarta foto di Indonesia untuk tetap mengutamakan keselamatan kerja, menjaga profesionalisme, serta memegang teguh kode etik jurnalistik dalam setiap penugasan.
Dalam kesempatan tersebut, PFI Pusat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, atas langkah diplomasi yang dilakukan dalam proses pembebasan Thoudy Badai.
Apresiasi juga diberikan kepada jajaran redaksi Republika, lembaga kemanusiaan, organisasi pers, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan dan doa selama proses berlangsung.
(N.Pohan)
