Sudutpandangnews.com Tombasian Bawah, 1 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Tombasian Bawah, Kecamatan Kawangkoan Barat, resmi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) perdana untuk periode pemerintahan 2026–2030 pada Sabtu (1/8/2026) di Balai Desa Tombasian Bawah.
Musyawarah desa ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), TP-PKK, Posyandu, Koperasi Merah Putih, Linmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda.
Kegiatan tersebut menjadi momentum awal menyatukan komitmen seluruh elemen desa dalam mendukung arah pembangunan selama lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan Hukum Tua, Djeli A. Mundung.
Dalam sambutannya, Djeli A. Mundung menyampaikan tiga komitmen utama pemerintah desa periode 2026–2030.
Pertama, mewujudkan pemerintahan yang transparan dengan membuka ruang bagi kritik, saran, dan aspirasi masyarakat tanpa ada hal yang ditutup-tutupi.
Kedua, menjadikan Desa Tombasian Bawah sebagai desa percontohan di wilayah Kecamatan Kawangkoan Barat.
Ketiga, memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang rusak, serta peningkatan fasilitas pendidikan guna menunjang kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Hukum Tua periode sebelumnya, Rickie Jhelvip Koampa, menyampaikan harapannya agar pemerintahan yang baru mampu membawa Desa Tombasian Bawah menjadi lebih maju dan berkembang.
“Saya berharap di bawah pemerintahan yang baru, Desa Tombasian Bawah semakin maju dan berkembang, sehingga masyarakat dapat merasakan kehidupan desa yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Hukum Tua Djeli A. Mundung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berkolaborasi dalam membangun desa.
“Mari kita bersinergi membangun Desa Tombasian Bawah yang lebih maju,” tegas Djeli A. Mundung.
Melalui Musyawarah Desa perdana ini, Pemerintah Desa Tombasian Bawah menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat demi mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, serta sejahtera selama periode 2026–2030.
(Maria)
