Sudutpandangnews.com JAKARTA, 26 Agustus 2026 – Indonesia Communications (ID COMM) meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia PR of the Year 2026 yang diselenggarakan MIX MarComm Indonesia. Capaian tersebut mencakup penghargaan untuk program komunikasi bersama VinFast Indonesia serta pengakuan bagi salah satu praktisi komunikasinya.
Melalui program bertajuk Communication Ecosystem to Reinforce Market Entry Towards Strong Engagement bersama VinFast Indonesia, ID COMM meraih predikat Good dalam kategori Marketing PR Program – Judges Assessment. Program yang sama juga memperoleh nilai tertinggi, 94,45, pada kategori The Best Outtakes Marketing PR Program.

Sementara itu, Account Manager ID COMM Adeanti Prasti dinobatkan sebagai Senior PR Practitioner of the Year – Judges Assessment. Penghargaan tersebut menempatkan aspek kompetensi praktisi sebagai bagian dari penilaian terhadap kualitas kerja komunikasi strategis.
Indonesia PR of the Year merupakan ajang apresiasi bagi program dan profesional komunikasi di Indonesia yang diselenggarakan MIX MarComm Indonesia. Penilaian dilakukan melalui mekanisme call for entries serta survei kepada jurnalis desk bisnis.
Bagi ID COMM, capaian tersebut menunjukkan bahwa efektivitas program PR semakin ditentukan oleh kemampuan menghubungkan strategi komunikasi dengan kebutuhan bisnis, bukan semata-mata mengejar jumlah pemberitaan atau eksposur.
Hal itu tercermin dalam program bersama VinFast Indonesia yang dirancang untuk mendukung proses market entry, sekaligus membangun awareness dan engagement di tengah persaingan industri otomotif yang semakin dinamis.
Dalam program tersebut, ID COMM mengembangkan pendekatan communication ecosystem dengan mengintegrasikan berbagai kanal dan pemangku kepentingan, termasuk media dan key opinion leader (KOL). Strategi tersebut kemudian diukur menggunakan kerangka AMEC, mulai dari Input, Output, Outtakes, Outcomes hingga Impact.
Pendekatan pengukuran tersebut menjadi penting karena keberhasilan komunikasi tidak berhenti pada seberapa banyak pesan diterima atau diberitakan. Efektivitasnya juga perlu dilihat dari perubahan persepsi, keterlibatan audiens, hingga kontribusinya terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Associate Director ID COMM Maytha Andryanna mengatakan perubahan tersebut turut memengaruhi cara praktisi komunikasi melihat keberhasilan sebuah program.
“Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa banyak awareness atau eksposur yang dapat diciptakan, tetapi bagaimana komunikasi tersebut mampu membangun engagement, membentuk persepsi, dan memberikan dampak yang relevan bagi bisnis maupun stakeholder,” kata Maytha.
Menurut dia, communication ecosystem dibangun dengan menghubungkan insight, narasi, kanal, stakeholder, dan measurement dalam satu kerangka kerja. Dengan demikian, aktivitas PR tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi yang lebih luas.
“Keberhasilan PR tidak cukup hanya dilihat dari coverage, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkan dan kontribusinya terhadap tujuan bisnis,” ujarnya.
Di sisi lain, penghargaan untuk Adeanti Prasti memperlihatkan pentingnya kapasitas sumber daya manusia dalam menerjemahkan persoalan bisnis dan komunikasi ke dalam strategi yang dapat dijalankan.
Sebagai Account Manager, Adeanti terlibat dalam pengelolaan kebutuhan komunikasi klien, mulai dari memahami tantangan, menyusun pendekatan, hingga memastikan strategi dapat diterjemahkan dalam implementasi.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga apresiasi bagi seluruh tim konsultan ID COMM. Capaian ini lahir dari kolaborasi dalam merancang dan menjalankan komunikasi strategis yang membantu klien mencapai tujuan,” ujar Adeanti.
Ia menilai praktisi PR saat ini dituntut memiliki pemahaman yang lebih luas terhadap bisnis, industri, karakter audiens, serta perubahan perilaku masyarakat.
Kemampuan tersebut diperlukan agar strategi komunikasi tidak berhenti pada aktivitas publikasi, tetapi mampu menjawab persoalan yang dihadapi klien.
“Menjadi praktisi PR berarti terus belajar memahami konteks di balik setiap tantangan komunikasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi klien maupun industri,” katanya.
Dua penghargaan tersebut sekaligus memperkuat arah ID COMM dalam menempatkan komunikasi strategis sebagai fungsi yang terukur dan berorientasi pada dampak. Dalam lanskap komunikasi yang semakin terfragmentasi, tantangan PR tidak hanya bagaimana mendapatkan perhatian publik, tetapi juga bagaimana mempertahankan relevansi pesan, mengelola beragam stakeholder, serta membuktikan hasil dari strategi yang dijalankan.
Maytha mengatakan penghargaan tersebut menjadi evaluasi sekaligus dorongan bagi ID COMM untuk mempertahankan standar kerja yang berorientasi pada kebutuhan klien.
“Penghargaan ini menjadi validasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar dalam menghadirkan solusi komunikasi yang memberikan value nyata bagi klien,” kata Maytha.
Dengan capaian tersebut, ID COMM menilai pengembangan strategic communications ke depan akan semakin bergantung pada kombinasi antara pemahaman bisnis, integrasi kanal komunikasi, pengukuran berbasis data, dan kualitas talenta yang menjalankannya.
(N.Pohan)
