Sudutpandangnews.com Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi mengucurkan fasilitas pinjaman investasi senilai Rp600 miliar kepada Green SM Indonesia dengan tenor lima tahun. Suntikan dana jumbo ini diproyeksikan menjadi amunisi baru bagi ekspansi bisnis taksi listrik di sejumlah kota besar Tanah Air.
Langkah pembiayaan tersebut menandai semakin kuatnya kepercayaan sektor perbankan terhadap prospek bisnis mobilitas berbasis kendaraan listrik, di tengah dorongan transisi menuju ekonomi hijau dan transportasi rendah emisi.
Fasilitas pembiayaan ini akan digunakan untuk memperkuat kesiapan operasional, menjaga kesinambungan layanan, sekaligus menopang pertumbuhan bisnis Green SM secara terukur di pasar Indonesia.
Senior Vice President Corporate Banking BCA, Denny Haryanto, mengatakan kerja sama ini sejalan dengan strategi perseroan dalam mendukung sektor usaha yang memiliki prospek jangka panjang.
“Transportasi berkelanjutan semakin penting bagi pembangunan perkotaan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4).
Dari sisi investasi, pinjaman Rp600 miliar ini dinilai memperkuat struktur modal Green SM di tengah kebutuhan belanja modal yang tinggi pada bisnis kendaraan listrik, mulai dari pengadaan armada, pengembangan layanan, hingga ekspansi jaringan operasional.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyebut fasilitas tersebut akan memperkuat fondasi keuangan perusahaan.
“Fasilitas ini semakin memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung layanan yang stabil dan konsisten,” katanya.
Green SM saat ini telah beroperasi di sejumlah kota strategis seperti Jakarta, Makassar, Bekasi, Surabaya, dan Bali. Kehadiran di wilayah tersebut menjadi indikator agresivitas ekspansi perusahaan dalam membidik pasar mobilitas urban yang terus tumbuh.
Perusahaan mengandalkan layanan taksi berbasis kendaraan listrik penuh untuk menangkap peluang pasar transportasi perkotaan, sekaligus merespons meningkatnya permintaan masyarakat terhadap moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Secara bisnis, kesepakatan pembiayaan ini menjadi sinyal bahwa sektor transportasi listrik mulai memasuki fase yang lebih matang, di mana institusi keuangan besar mulai masuk dan memberikan dukungan pendanaan jangka panjang.
Di tengah persaingan industri ride-hailing dan kendaraan listrik yang makin ketat, suntikan modal dari BCA berpotensi mempercepat ekspansi armada Green SM sekaligus memperbesar pangsa pasar perseroan di sektor mobilitas hijau nasional.
(N.Pohan)
