Meneguhkan Batas, Menguatkan Rasa Memiliki: Karya Bakti Satgas Pamtas di Haumeniana
Timor Tengah Utara — Di wilayah yang secara geografis berada di ujung utara Pulau Timor, pembangunan sering kali berjalan lebih lambat dibandingkan daerah perkotaan. Namun Senin (02/03/2026), Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Nilulat, TTU, menyaksikan sebuah langkah kecil yang bermakna besar.
Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Haumeniana melaksanakan karya bakti pembangunan gapura desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang secara konsisten dilakukan di wilayah perbatasan.
Bagi masyarakat setempat, gapura bukan sekadar ornamen. Ia menjadi penanda identitas dan kebanggaan kolektif. Di kawasan yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste, simbol-simbol seperti ini memiliki nilai strategis — mempertegas eksistensi dan kehadiran negara di tengah kehidupan warga.
Danpos Haumeniana, Sertu Faisol, menuturkan bahwa karya bakti adalah pendekatan sosial yang bertujuan membangun kedekatan antara prajurit dan masyarakat.
“Pembangunan fisik memang penting, tetapi membangun hubungan yang harmonis jauh lebih utama. Dari situlah ketahanan wilayah terbentuk,” jelasnya.
Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong. Prajurit dan warga berbagi peran, mulai dari persiapan material hingga tahap konstruksi. Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa kolaborasi menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan sosial di perbatasan.
Kegiatan ini juga mencerminkan bahwa pengamanan wilayah tidak berdiri sendiri. Pembangunan infrastruktur sederhana seperti gapura dapat menjadi sarana membangun rasa memiliki, mempererat solidaritas, serta memperkuat identitas kebangsaan.
Di Haumeniana, batas negara bukan hanya garis di peta. Ia adalah ruang hidup yang terus dirawat melalui kebersamaan.
Sumber: Penkostrad
Jurnalis: Romo Kefas
