Sudutpandangnews.com Ketapang, Kalimantan Barat – Sebanyak 70 guru dari empat kecamatan di Kabupaten Ketapang mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Guru bertema Manajemen dan Kepemimpinan Kelas untuk Meningkatkan Deep Learning dan Multikultural pada 8–9 April 2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Singkup, Desa Sukaraja.
Kegiatan hasil kolaborasi STT IKAT, Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Universitas Pakuan Bogor, Kecamatan Singkup, serta alumni STT IKAT ini diikuti guru dari jenjang PAUD/TK hingga SMP di Kecamatan Singkup, Kendawangan, Marau, dan Air Upas.
Mewakili Bupati Ketapang, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Rajiansyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan melalui implementasi deep learning dan pendidikan multikultural,” ujarnya.
Ketua panitia, Asin, menegaskan pentingnya pelatihan tatap muka bagi guru di Kalimantan.
“Kita bersyukur ada Sekolah Tinggi Teologi IKAT yang berkolaborasi dengan Universitas Pakuan Bogor yang bersedia menyelenggarakan workshop ini sebagai pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan pakar pendidikan yang datang langsung berbagi ilmu,” katanya.
Kepala Desa Sukaraja, Try Setiawan, juga menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan.
“Saya merasakan bahwa hanya pendidikan yang mampu mengubah masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Camat Singkup, Daniel Laumakany, menilai kegiatan ini berdampak nyata bagi pengembangan profesional guru.
“Saya pernah mengikuti kegiatan serupa tahun 2016 oleh STT IKAT juga dan itu membantu saya dalam penelitian tindakan untuk kenaikan pangkat. Saya yakin pelatihan ini juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Anggota DPRD Kalimantan Barat, Kasdi, menyoroti pentingnya pendidikan dalam peningkatan SDM.
“Karier seringkali terhambat oleh administrasi pendidikan. Karena itu, pelatihan seperti ini penting agar kualitas kita semakin baik,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Donna Sampaleng menekankan pentingnya growth mindset.
“Hanya dengan pola pikir bertumbuh, mutu pendidikan akan meningkat. Namun, hal itu harus didukung oleh manajemen dan kepemimpinan yang kuat,” jelasnya.
Rais Hidayat menambahkan pentingnya integrasi manajemen dan kepemimpinan.
“Implementasi deep learning membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan manajemen yang mendukung,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan kelas efektif harus diawali dengan kontrak kelas dan pengembangan perangkat pembelajaran sesuai konteks.
Sementara itu, Yuyun Elizabeth Patras sebagai Guru Besar Manajemen Pendidikan Dasar menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menekankan hal serupa terkait pentingnya kontrak kelas serta pengelolaan pembelajaran kontekstual.
Salah satu peserta, Dina Sarpina dari SDN 10 Air Upas, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
“Kami sangat senang adanya workshop ini, terlebih narasumber mampu menghipnotis peserta dengan antusias dan kegembiraan,” katanya.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas guru sekaligus pemerataan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan terpisah, Rektor STT IKAT Jakarta Jimmy Lumintang melalui perwakilan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-40 STT IKAT.
“STT IKAT berusaha hadir menjawab kebutuhan selaras dengan maksud dan tujuan kehadirannya di Indonesia, yakni mengangkat harkat dan martabat manusia melalui pendidikan,” demikian disampaikan dalam sambutan.
(Red)
